Samurai Paling Terkenal di Jepang

Samurai Paling Terkenal di Jepang

Samurai paling populer di Jepang sebagian besar muncul berasal dua pertarungan feodal yang paling signifikan: Perang Genpei (1180-1185) serta tahun-tahun terakhir Periode Negara-Negara Berperang (1467-1590). Perang sebelumnya membuat Keshogunan Kamakura (1185-1333); rangkaian permasalahan terakhir memuncak di Keshogunan Tokugawa, yg lalu memerintah Jepang asal tahun 1603 hingga 1868.

1. Oda Nobunaga (織田 信長)

Sementara Miyamoto Musashi mungkin artinya “samurai” paling populer secara internasional, Oda Nobunaga (1534-1582) menjamin paling dihormati pada Jepang. Selain sebagai pejuang dan ahli seni manajemen yg hebat, Nobunaga bertanggung jawab buat menggerakkan rantai peristiwa yg akan menyatukan pulang bangsa serta mengakhiri Periode Negara-Negara Berperang.

Sementara Keshogunan Ashikaga secara nominal memerintah Jepang selama Periode Muromachi (1336-1573), di luar Kyoto kekuatan sebenarnya dipegang sang daimyo lokal, menghasilkan negara itu terpecah secara regional. Nobunaga dilahirkan pada sebuah keluarga menggunakan kepemilikan pada Provinsi Owari, kini bagian berasal Prefektur Aichi, dan sesudah kematian ayahnya pada tahun 1551, beliau menyatukan klannya serta menguasai semua permainan Slot Gacor Hari Ini pada tahun 1559.

2. Tokugawa Ieyasu (徳川 家康)

Meskipun ia mungkin terkenal karena shogun yg mengambil namanya, shogun Tokugawa pertama merupakan prajurit yang setara dan ahli seni manajemen berdarah dingin. Tokugawa Ieyasu (1543-1616) adalah putra daimyo Provinsi Mikawa, sekarang bagian timur Prefektur Aichi. di usia lima tahun ia diculik sang Klan Oda dan disandera untuk dampak politik di Nagoya.

Pada usia 6, ayahnya dibunuh oleh pengikutnya, yang sudah dilunasi oleh Oda. pada usia 9, sesudah kematian mendadak patriark Oda, Oda Nobunaga putusan bulat buat mengizinkan Ieyasu dipindahkan ke Sunpu, di mana dia kemudian tinggal menjadi sandera Klan Imagawa sampai dia berusia 13 tahun, ketika ia bergabung dengan Imagawa dalam pertempuran mereka melawan Oda. Sesudah pemimpin Imagawa Yoshimoto terbunuh pada agresi mendadak sang Nobunaga, Ieyasu menetapkan buat beralih pihak dan bergabung menggunakan Oda.

Samurai Paling Terkenal di Jepang

3. Toyotomi Hideyoshi (豊臣 秀吉)

Tiga Samurai Teratas dalam daftar kami ialah 3 Pemersatu besar Jepang, yg bertanggung jawab membawa negara itu balik pada bawah pemerintahan terpusat setelah Periode Negara-Negara Berperang yg kacau (1467-1590). Mereka meletakkan dasar Jepang mirip yg kita kenal kini .

Toyotomi Hideyoshi (1537-1598) adalah yang ke 2 berasal pemersatu ini. Putra seorang prajurit biasa di Provinsi Owari (kini Prefektur Aichi barat), ia bergabung menggunakan Klan Oda menjadi prajurit kaki sendiri pada tahun 1558. ia ialah salah satu pembawa sandal Oda Nobunaga pada Pertempuran Okehazama, pada mana Nobunaga mengalahkan Imagawa Yoshimoto buat menjadi kekuatan lebih banyak didominasi di Owari.

4. Date Masamune (伊達 政宗)

Date Masamune (1567-1636) lahir pada Kastil Yonezawa di daerah yg sekarang menjadi Prefektur Yamagata. dia memimpin kampanye pertamanya pada usia 14 tahun serta menggantikan ayahnya pada usia 17 tahun, menaklukkan sebagian besar daerah yang sekarang menjadi daerah Tohoku pada tahun 1589. beliau bergabung dengan Toyotomi Hideyoshi pada Pengepungan Odawara pada tahun 1590 serta, selesainya penyatuan Jepang oleh Hideyoshi, bergabung pada kampanye akhirnya gagal di Korea jua.

Selesainya kematian Hideyoshi pada tahun 1598, Masamune memihak Tokugawa Ieyasu, bergabung menggunakan Ieyasu pada Pertempuran Sekigahara di tahun 1600, dan sekali lagi di Pengepungan Osaka di tahun 1615. Ieyasu menghadiahinya menggunakan Domain Sendai, yang semenjak itu telah dibagi antara Miyagi, Iwate serta Prefektur Fukushima.

Sejarah Ahli Pedang, Miyamoto Musashi

Sejarah Ahli Pedang, Miyamoto Musashi

Sejarah Ahli Pedang, Miyamoto Musashi

Miyamoto Musashi, atau yang biasa dikenal sebagai Niten Doraku, adalah ahli pedang hebat dari Jepang pada awal zaman Edo kelahiran tahun 1584.

Filsuf dan penulis yang kerap dipanggil Musashi ini merupakan anak laki-laki dari Shinmen Munisai, yang juga merupakan seorang samurai yang tak kalah melegenda di Jepang yang juga pengguna senjata jitte yang sering dipakai polisi zaman Edo.

Berikut adalah beberapa fakta yang berhasil dikumpulkan dari beberapa sumber situs slot terpercaya tentang Ronin atau Samurai tak bertuan, alias Musashi tersebut.

1. Masa Kecil Musashi

Menurut buku Go Rin No Sho, Musashi yang memiliki nama kecil Bennosuke atau Takezo lahir di desa Miyamoto, Provinsi Harima pada tahun 1584.

Musashi kecil juga sudah diajari cara menggunakan jitte oleh sang ayah yang merupakan seniman bela diri, hingga ayahnya menutup usia di tahun 1592. Setelah itu Musashi diasuh oleh adik ayahnya yang merupakan seorang biksu di Kuil Shoreian yang terletak tiga kilometer dari Hirafuku, bernama Dorinbo.

Dorinbu fokus mengajarkan Musashi kecil dengan agama Buddha dan juga pendidikan dasar seperti belajar membaca dan menulis.

2. Duel Pertama

Duel pertama Musashi adalah saat ia beruusia 13 tahun, melawan Arima Kihei, pengguna Kashima Shinto-ryu yang juga merupakan murid salah satu samurai legendaris, Tsukahara Bokuden.

Kihei yang dikenal sebagai samurai yang arogan dan terlalu bersemangat dalam pertarungan, sehingga saat di Hirafuku, ia membuat tantangan untuk publik, yang kemudian diterima tantangannya oleh Musashi yang menuliskan namanya sendiri di kertas.

Dorinbo, paman Musashi yang terkejut, pun judi slot terpercaya mengemis kepada Kihei untuk membatalkan pertarungannya dengan Musashi karena saat itu usia Musashi memang masih sangat belia.

Namun Kihei menolak dan terjadilah pertarungan dengan Musashi yang saat itu tidak menggunakan pedang, melainkan tongkat kayu yang berhasil membuat Arima Kihi harus merenggang nyawa.

3. Mengembara Keliling Tanah Jepang

Setelah duelnya dengan Arima Kihei, Musashi memutuskan untuk mengembaran slot terpercaya dan terus berlatih agar menjadi samurai terhebat. Di pertengahan pengembaraannya tersebut juga tidak jarang Musashi terlibat dalam pertarungan, yang akhirnya selalu dimenangkan oleh Musashi dengan bokken atau pedang kayunya.

4. Masa Tua dan kematian

Di masa tuanya, Musashi tidak lagi ingin bertarung dan memilih untuk menjadi pelayan daimyo (penguasa istana) Kumamoto, Hosokawa Tadotoshi.

Dan saat mendekati masa kematiannya pada 1645, Musashi memilih untuk mengasingkan diri ke sebuah gua dan menurunkan ilmunya dalam bentuk buku, “Go Rin no Sho/五輪書” atau “Buku Lima Cincin”, dan “Dokkodo/獨行道” atau “Jalan Kesendirian” yang berisi 21 aturan mengenai kedisplinan diri untuk generasi masa depan.

Jenazahnya kemudian dimakamkan di desa Yuge, dekat jalan utama Gunung Iwato denga menggunakan baju zirah. Rambutnya pun ditanam di Iwato.