Tomoe Gozen, Samurai Legendaris Wanita Yang Cantik Namun Menakutkan

Tomoe Gozen, Samurai Legendaris Wanita Yang Cantik Namun Menakutkan

Tomoe Gozen, Samurai Legendaris Wanita Yang Cantik Namun Menakutkan – Tomoe Gozen merupakan salah satu samurai legendaris wanita yang dianggap sebagai samurai yang sangat cantik. Tak hanya terkenal dengan paras yang cantik, Tomoe juga dikenal karena memiliki keahlian yang mumpuni saat menggunakan senjata juga menunggang kuda.

Tomoe Gozen, Samurai Legendaris Wanita Yang Cantik Namun Menakutkan

Kisah milik Tomoe Gozen ini sendiri seakan diselimuti oleh misteri, namun samurai cantik di abad ke-12 ini disebut-sebut memiliki kekuatan yang setara dengan kekuatan 1.000 tentara. Begitu mengerikan meskipun memiliki paras yang sangat cantik.

Gozen ialah putri Nakahara Kanet, seorang simpatisan Minamoto no Yoshinaka, dan ia mewariskan kesetiaan keluarganya. Ia melayaninya di Perang Genpai, pimpin 300 samurai menantang 2.000 prajurit klan Taira dan menang. Menurut Heike monogatari, Tomoe mempunyai rambut hitam panjang dan kulit yang ceria, dan mukanya benar-benar elok.

Ditambah lagi ia ialah seorang penunggang kuda yang tidak mengenal takut yang tidak bisa dikecewakan oleh kuda yang paling garang atau yang paling kasar.

Tomoe demikian cekatan ia andal menjalankan pedang dan busur hingga dipandang sama dengan seribu prajurit, dan pas untuk berjumpa dengan dewa atau iblis.

Salah satunya ceritanya yang heroik ialah Yoshinaka bertanding dengan pasukan Yoritomo di Perang Awazu. Di tanggal 21 Februari 1184. Tomoe Gozen sempat menggunting salah satunya kepala lawan dalam peperangan itu.

Meskipun pasukan Yoshinaka bertanding dengan berani, tapi karena kalah jumlah pasukan hingga Yoshinaka berserah.

Walau berserah Yoshinaka saat itu tidak inginkan Tomoe ketangkap lawan pada akhirnya dia mempertaruhkan diri dan minta Tomoe untuk kabur, dan menjelaskan tidak ingin mati bersama wanita.

Saat sebelum ia berserah,Yoshinaka bicara ke Tomoe untuk selekasnya larikan diri karena ia tidak mau malu mati dengan seorang wanita.

Dalam Pertarungan Awazu, Tomoe sendiri masih tetap hidup dan bisa lolos dari lawan sesudah sukses memotong leher musuh-musuhnya! Namun, sesudahnya catatan berkenaan Tomoe tidak diketemukan kembali. Ada yang mengatakan seterusnya Tomoe jadi selir dan permaisuri raja Wada Yoshimori dan pusaranya benar ada tetapi bernama Yamabuki Gozen.

Walau Tomoe Gozen adalah petarung wanita terpopuler di Jepang, mayoritas ceritanya didasari pada legenda dibanding bukti riil.

Salah satunya sumber info khusus mengenai narasi Tomoe ialah Heike monogatari , gabungan balada, dongeng, dan text berlainan yang dipadukan jadi satu cerita riwayat epik sekitaran tahun 1240. Walau kerap dipermasalahkan orisinalitasnya, cerita kepahlawanan Tomoe terus memberikan inspirasi wanita Jepang.

Sejarah Ahli Pedang, Miyamoto Musashi

Sejarah Ahli Pedang, Miyamoto Musashi

Sejarah Ahli Pedang, Miyamoto Musashi

Miyamoto Musashi, atau yang biasa dikenal sebagai Niten Doraku, adalah ahli pedang hebat dari Jepang pada awal zaman Edo kelahiran tahun 1584.

Filsuf dan penulis yang kerap dipanggil Musashi ini merupakan anak laki-laki dari Shinmen Munisai, yang juga merupakan seorang samurai yang tak kalah melegenda di Jepang yang juga pengguna senjata jitte yang sering dipakai polisi zaman Edo.

Berikut adalah beberapa fakta yang berhasil dikumpulkan dari beberapa sumber situs slot terpercaya tentang Ronin atau Samurai tak bertuan, alias Musashi tersebut.

1. Masa Kecil Musashi

Menurut buku Go Rin No Sho, Musashi yang memiliki nama kecil Bennosuke atau Takezo lahir di desa Miyamoto, Provinsi Harima pada tahun 1584.

Musashi kecil juga sudah diajari cara menggunakan jitte oleh sang ayah yang merupakan seniman bela diri, hingga ayahnya menutup usia di tahun 1592. Setelah itu Musashi diasuh oleh adik ayahnya yang merupakan seorang biksu di Kuil Shoreian yang terletak tiga kilometer dari Hirafuku, bernama Dorinbo.

Dorinbu fokus mengajarkan Musashi kecil dengan agama Buddha dan juga pendidikan dasar seperti belajar membaca dan menulis.

2. Duel Pertama

Duel pertama Musashi adalah saat ia beruusia 13 tahun, melawan Arima Kihei, pengguna Kashima Shinto-ryu yang juga merupakan murid salah satu samurai legendaris, Tsukahara Bokuden.

Kihei yang dikenal sebagai samurai yang arogan dan terlalu bersemangat dalam pertarungan, sehingga saat di Hirafuku, ia membuat tantangan untuk publik, yang kemudian diterima tantangannya oleh Musashi yang menuliskan namanya sendiri di kertas.

Dorinbo, paman Musashi yang terkejut, pun judi slot terpercaya mengemis kepada Kihei untuk membatalkan pertarungannya dengan Musashi karena saat itu usia Musashi memang masih sangat belia.

Namun Kihei menolak dan terjadilah pertarungan dengan Musashi yang saat itu tidak menggunakan pedang, melainkan tongkat kayu yang berhasil membuat Arima Kihi harus merenggang nyawa.

3. Mengembara Keliling Tanah Jepang

Setelah duelnya dengan Arima Kihei, Musashi memutuskan untuk mengembaran dan terus berlatih agar menjadi samurai terhebat. Di pertengahan pengembaraannya tersebut juga tidak jarang Musashi terlibat dalam pertarungan, yang akhirnya selalu dimenangkan oleh Musashi dengan bokken atau pedang kayunya.

4. Masa Tua dan kematian

Di masa tuanya, Musashi tidak lagi ingin bertarung dan memilih untuk menjadi pelayan daimyo (penguasa istana) Kumamoto, Hosokawa Tadotoshi.

Dan saat mendekati masa kematiannya pada 1645, Musashi memilih untuk mengasingkan diri ke sebuah gua dan menurunkan ilmunya dalam bentuk buku, “Go Rin no Sho/五輪書” atau “Buku Lima Cincin”, dan “Dokkodo/獨行道” atau “Jalan Kesendirian” yang berisi 21 aturan mengenai kedisplinan diri untuk generasi masa depan.

Jenazahnya kemudian dimakamkan di desa Yuge, dekat jalan utama Gunung Iwato denga menggunakan baju zirah. Rambutnya pun ditanam di Iwato.

Sejarah Masamune Date , Si Dokuganryu Dari Jepang !

Sejarah Masamune Date , Si Dokuganryu Dari Jepang !

Sejarah Masamune Date – Nama Masamune Date mungkin sudah tidak asing ditelinga kalian yang pernah memainkan video game seperti Sengoku Basara , Touken Ranbu ataupun Samurai Warrior. Yap , memang ada beberapa karakter dari video game tersebut yang diangkat dari kisah nyata seorang ksatria di negeri Sakura.

Masamune Date sendiri adalah pemimpin regional Jepang di masa awal periode Edo. Ia lahir pada tanggal 5 September 1567 di Kastil Yonezawa, Perfektur Yamagata. Ia putra pertama dari Date Terumune dan Yoshihime. Ayahnya merupakan ketua klan Date.

Keluarga Date didirikan pada awal periode Kamakura oleh Isa Tomomune, yang awalnya berasal dari distrik Isa di Provinsi Hitachi. Nama Date sendiri diambil dari nama distrik Date (sekarang Prefektur Fukushima) dari Provinsi Mutsu, yang telah diberikan kepada Isa Tomomune oleh Minamoto no Yoritomo, syogun pertama Kamakura, untuk bantuan dalam Perang Genpei (1180-1185) dan di Minamoto no Yoritomo perjuangan untuk kekuasaan dengan saudaranya, Minamoto no Yoshitsune.

Di usianya yang masih muda , Masamune terpaksa kehilangan mata kanannya. Ada banyak teori yang menjadi penyebab kehilangan matanya tersebut. Ada yang menyebut karena penyakit cacar yang menjangkiti beliau sehingga daya lihat akan mata kanannya menghilang , ada yang menyebut jika ia sendiri yang mencungkil matanya karena takut akan menjadi kelemahan yang menguntungkan musuh hingga teori yang mengatakan jika sang tangan kanannya , Katakura Kojuro yang mencungkil matanya.

Setelah kehilangan mata kanannya ,  sang ibunda menganggap Date Masamune sebagai putra pembawa sial dan terus meminta kepada suaminya untuk menjadikan adik Masamune sebagai penerus klan.

Di usia 14 tahun , Masamune sudah membantu sang ayah mengebangkan nama klan Date. Kala itu membantu Ayahnya berperang melawan keluarga Soma. Walaupun masih terbilang muda , namun Masamune sudah dipercaya untuk memimpin pasukannya. Hingga di usianya yang beranjak 18 tahun , ia akhirnya resmi menggantikan sang ayah sebagai Daimyo dan penerus Klan Date.

Keluarga Date dikenal telah melebarkan sayap aliansinya dalam beberapa pernikahan. Sayangnya , di tahun 1584, Ouuchi Sadatsuna, salah seorang kolega Date membelot ke Klan Ashina. Masamune yang tidak terima akhirnya memutuskan untuk perang melawan klan Ashina. Namun rencana ini gagal karena pasukannya dihadang oleh Jenderal Iwashiro Morikuni.

Sejarah Masamune Date , Si Dokuganryu Dari Jepang !

Alhasil Masamune merubah rencananya tersebut dengan mengambil alih Kastil Obama dan mulai menguasai provinsi demi provinsi, termasuk yang milik keluarga dan kerabatnya sendiri.

Melihat Masamumen yang berhasil menguasai beberapa daerah , Hatakeyama salah seorang kerabat keluarga akhirnya menculik Teremune. Penculikan ini dilakukan saat pertemuan di Kastil Miyamori. Terumune wafat ketika mencoba melawan pasukan perang Hatakeyama dengan persenjataan milik Klan Date di sekitar sana. Hal ini menyebabkan Masamune membunuh Hatakeyama dan keluarga. Setelah kemenangannya oleh Ashina di tahun 1589, Masamune memilih Aizu sebagai markasnya.

Hingga di tahun 1590 , Toyotomi Hideyoshi berhasil mengambil alih Kastil Odawara. Beliau memerintahkan seluruh daimyo regional Touhoku untuk bergabung dalam pasukannya. Namun lama kelamaan ia akhirnya bergabung karena Hideyoshi lah yang saat itu benar – benar menguasai Jepang sepeninggalan Oda Nobunaga.

Selama menjadi bawahan Hideyoshi , Masamune menerima banyak hadiah berupa kastil dan beberapa wilayah kekuasaan. Sebut saja seperti Kastil Iwatesawa hingga daerah Sendai yang membuatnya menjadi daimyo yang paling kuat di Jepang kala itu.

Terlepas dari kelihaiannya menyusun strategi dan mata yang memakai eyepatch , Masamune Date memiliki ciri khas lainnya yaitu berupa topi perang dengan bulan sabit di atasnya. Ia mendapat julukan sebagai Dokuganryu atau “Naga Bermata Satu”. Pasukan Date dikenal memakai pakaian tempur hitam dan topi perang berwarna emas.